Yuk tambah pengetahuan tentang moneter😊
Secara umum dapat dikatakan bahwa Ekonomi Moneter adalah bagian dari ilmu ekonomi yang secara khusus mempelajari sifat, fungsi, dan peranan serta pengaruh uang terhadap aktivitas perekonomian sebuah negara.
1. KEBIJAKAN EKONOMI MONETER
Sejatinya dalam ilmu ekonomi, kebijakan moneter merupakan sebuah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk mengatur kestabilan keuangan suatu Negara.
Dalam mengelola perekonomian suatu Negara, pemerintah melakukan berbagai kebijakan ekonomi untuk mengarahkan perekonomian bangsa. Kebijakan ekonomi merupakan langkah-langkah pengendalian perekonomian secara keseluruhan yang dilakukan oleh pemerintah. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah adalah kebijakan atau ekonomi moneter.
Keuangan yang sering kali berubah-ubah dengan adanya berbagai faktor yang mempengaruhi membuat sebuah Negara mengatur hal tersebut dengan suatu kebijakan. Stabilitas finansial dibutuhkan setiap negara untuk menjaga harga, inflasi serta output dalam keadaan stabil.
Kebijakan moneter juga merupakan usaha yang dilakukan untuk memperoleh peningkatan pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas harga pasar.
Agar hal ini bisa dicapai, Bank Sentral yang juga dikenal sebagai otoritas moneter mengeluarkan kebijakan untuk mengatur keuangan Negara agar lebih terkendali. Seperti ketersediaan uang, distribusi, kesempatan kerja serta laju inflasi yang terkendali.
Kebijakan ekonomi moneter yang digunakan sebagai langkah untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar. Kebijakan tersebut adalah kebijakan moneter ekspansif dan kebijakan moneter kontraktif, berikut penjelasannya:
a. Kebijakan moneter ekspansif
Kebijakan Moneter Ekspansif sering disebut kebijakan uang Longgar (easy money policy) ialah kebijakan yang mengatur jumlah uang yang dipasok dalam perekonomian. Caranya dengan menurunkan suku bunga, membeli sekuritas pemerintah oleh bank sentral, dan menurunkan persyaratan cadangan untuk bank. Kebijakan ekspansif juga akan menurunkan tingkat pengangguran dan merangsang aktivitas bisnis atau kegiatan belanja konsumen.
Secara keseluruhan di seluruh negara, tujuan kebijakan moneter ekspansif adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan risiko inflasi akan semakin tinggi. Kebijakan moneter ekspansif (monetary expansive policy) utamanya melakukan penambahan uang yang beredar dalam masyarakat agar roda perekonomian semakin berjalan cepat. Kebijakan ini mampu meningkatkan daya beli (permintaan) masyarakat dan mengurangi jumlah pengangguran pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi. Kebijakan moneter ekspansif juga mempengaruhi tingkat pengangguran di suatu negara.contoh kebijakan ekspansif yaitu kebijakan ekspansif biasa diterapkan untuk mengurangi angka pengangguran karena ketersediaan uang dalam jumlah banyak akan merangsang kegiatan bisnis sehingga pasar tenaga kerja semakin besar. Dengan otoritas fiskal, bank sentral mengontrol nilai tukar mata uang dalam negeri (Rupiah) terhadap mata uang asing.
b. Kebijakan moneter kontraktif
Kebijakan Moneter Kontraktif adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami inflasi. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy). Kebijakan moneter kontraktif (monetary contractive policy) yang disebut kebijakan uang ketat (tight money policy) ialah kebijakan mengurangi jumlah uang yang beredar.
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah menurunkan tingkat inflasi. Tujuan kebijakan moneter kontraktif adalah mengurangi jumlah uang beredar dalam perekonomian. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan meningkatkan suku bunga, menjual obligasi pemerintah, dan menaikkan persyaratan cadangan untuk bank.
Kebijakan Moneter di Indonesia Beberapa contoh monetary policy yang telah diterapkan di Indonesia, adalah sebagai berikut: Bank Indonesia (BI ) melakukan lelang sertifikatnya, atau bisa juga melalui pembelian surat berharga di pasar modal. UBI dapat menurunkan suku bunga jika kondisi ekonomi sesuai dengan ekspektasi. Sebaliknya, BI bisa menaikkan suku bunga bila ingin membatasi aktivitas ekonomi sehingga aliran uang berkurang.
Ketika perekonomian mengalami resesi maka peredaran uang akan meningkat sehingga aktivitas perekonomian meningkat. Contohnya adalah membeli sekuritas (surat-surat berharga) Saat terjadi inflasi, BI akan mengurangi aliran uang ke masyarakat dengan menjual surat berharga untuk mengurangi aktivitas ekonomi yang berlebihan.
2. TUJUAN EKONOMI MONETER
Otoritas moneter dalam hal ini Bank Sentral memiliki tujuan tertentu dalam mewujudkan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Tujuan dari otoritas moneter ini secara jelas tergambar dalam UU Nomor 3 tahun 2004, tepatnya pada pasal 7 yang membahas Bank Indonesia. Dalam pasal tersebut tercantum kebijakan BI dalam menjaga stabilitas nilai rupiah.
Kestabilan nilai rupiah atau mata uang merupakan stabilitas harga barang atau jasa yang bisa dilihat dari tingkat inflasinya.
Tercatat sejak tahun 2005, setelah diresmikannya undang-undang tersebut, Bank Indonesia telah melakukan usaha-usaha untuk menjaga stabilitas nilai rupiah. Kerangka yang diterapkan adalah ekonomi moneter yang menjadikan inflasi sebagai sasaran utamanya.
Dalam operasionalnya, otoritas moneter dalam hal ini BI berwenang dalam menerapkan ekonomi moneter terhadap keuangan negara. Kebijakan ini nantinya akan diarahkan kepada sasaran-sasaran moneter yang ditetapkan sebelumnya seperti suku bunga bank. Semua ini dilakukan untuk mencapai laju inflasi yang seimbang melalui kebijakan pemerintah dengan instrument-instrumen khusus.
JENIS-JENIS EKONOMI MONETER
Untuk itu pemerintah mengambil kebijakan khusus yang digunakan untuk mengatur peredaran uang untuk menjaga stabilitas ekonomi. Beberapa jenis ekonomi moneter yang bisa diterapkan yakni:
a. Monetary Expansive Policy (Kebijakan Moneter Ekspansif)
Monetary Expansive Policy merupakan kebijakan pemerintah yang diluncurkan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat. Kebijakan ekspansif ini dilakukan dengan menurunkan jumlah suku bunga di bank, menurunkan persyaratan cadangan bank, dan membeli sirkuit pemerintah. Monetary expansive juga disebut sebagai kebijakan yang longgar karena tidak terlalu mengekang masyarakat.
Kebijakan ini dapat mengurangi tingkat pengangguran dalam Negara dan merangsang pertumbuhan bisnis serta konsumsi masyarakat. Umumnya, kebijakan ini diterapkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada suatu Negara dengan risiko inflasi yang juga akan semakin meningkat. Kebijakan ekspansif dilakukan dengan meningkatkan peredaran uang dalam masyarakat sehingga daya beli masyarakat semakin meningkat.
b. Monetary Contractive Policy (Kebijakan Moneter Kontraktif)
Monetary Contractive Policy merupakan kebijakan pemerintah yang diluncurkan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Hal ini berbanding terbalik dengan kebijakan moneter ekspansif yang justru menambah peredaran uang. Pengurangan peredaran jumlah uang ini juga dikenal dengan politik uang ketat (Tight Money Policy).
Tujuan utama dari penerapan kebijakan ini adalah untuk menurunkan tingkat inflasi yang dialami oleh Negara. Beberapa cara yang dilakukan pemerintah dalam penerapan kebijakan ini adalah meningkatkan jumlah suku bunga bank. Selain itu, penjualan obligasi atau surat berharga pemerintah dan meningkatkan persyaratan cadang bank juga termasuk cara mengurangi peredaran uang.
Inilah beberapa pengetahuan yang bisa kita ambil dari blog tentang ekonomi moneter. Kawan-kawan semua jangan bosan yah untuk mempelajari tentang ekonomi moneter karena ekonomi moneter ini sangat menarik untuk kita ulas sebab kita nantinya bisa mengetahui masalah-masalah apa saja yang terjadi dalam negara kita entah itu soal keuangan maupun Ekonomi suatu negara.
TUGAS PERKULIAHAN
1. PDRB (PRODUK DOMSTIK REGIONAL BRUTO)
Pengertian domestik/regional disini dapat merupakan Propinsi atau Daerah Kabupaten/Kota. Transaksi Ekonomi yang akan dihitung adalah transaksi yang terjadi di wilayah domestik suatu daerah tanpa memperhatikan apakah transaksi dilakukan oleh masyarakat (residen) dari daerah tersebut atau masyarakat lain (non-residen).
1. Data PDRB atasdasarhargakonstanmenurutpendekatan produksi di kabupatenMuna Barat (%).
|
Nomor |
LAPANGAN USAHA |
2020 |
|
|
|
|
|
1 |
Pertanian,kehutanandanperikanan |
38,68 |
|
2 |
pertambangandanpenggalian |
10,05 |
|
3 |
industripengplahan |
3,18 |
|
4 |
pengadaanlistrikdan gas |
0,03 |
|
5 |
pengadaan air, pengadaansampah, limbahdandaurulang |
0,02 |
|
6 |
Konstrukssi |
20,83 |
|
7 |
perdaganganbesardaneceran,reparasimobildansepeda
motor |
9,84 |
|
8 |
transportasidanpergudangan |
1,39 |
|
9 |
penyediaanakomodasidanmakanminum |
0,16 |
|
10 |
informasidankomunikasi |
1,04 |
|
11 |
kjasakeuangandanasuransi |
0,70 |
|
12 |
real estat |
1,56 |
|
13 |
jasaperusahaan |
0,02 |
|
14 |
administasipemerintahan, pertahaanandanjaminansosialwajib |
5,24 |
|
15 |
jasapendidikan |
4,75 |
|
16 |
jasakesehatandankegiatansosial |
1,15 |
|
| ||
|
17 |
jasalainnya |
1,35 |
2. Data PDRB
menuruthargakonstanmenurut pendekatanpengeluaram (%).
|
NOMOR |
KOMPONEN PENGELUARAN |
2019 |
|
|
|
|
|
1 |
konsumsirumahtangga |
6,06 |
|
2 |
konsumsi LNPRT |
9,85 |
|
3 |
konsumsipemerintah |
5,96 |
|
4 |
pembentukan modal total bruto |
5,30 |
|
5 |
perubahaninventori |
122,27 |
|
6 |
Expor |
44,32 |
|
7 |
Inpor |
33,68 |
SUKU BUNGA MODAL KERJA, INVESTASI, DAN KONSUMSI
Suku bunga Bank Indonesia adalah suku bunga acuan yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia. Penetapan suku bunga acuan ini dilakukan tiap bulannya melalui rapat dewan gubernur. Hasil dari rapat tersebut akan di umumkan ke publik, sebagai suku bunga acuan. Oleh karena itu, BI rate ini sangat mempengaruhi suku bunga dari bank atau leasing untuk kegiatan kredit. Dilihat dari segi perbankan, suku bunga bank ini dapat diartikan sebagai imbalan jasa yang diberikan bank kepada para nasabahnya yang membeli atau menjual produk bank. Selain itu, bunga bank dapat dikatakan sebagai harga yang perlu dibayarkan nasabah yang memiliki simpanan, dan biaya yang dibayarkan oleh nasabah kepada bank, jika nasabah yang mendapatkan pinjaman.
Dapat disimpulkan bahwa suku bunga adalah bayaran atau biaya atas pinjaman uang dan biasanya dinyatakan dalam persentase. Biaya yang dibayarkan Anda tersebut karena telah meminjamkan uang orang lain atau biaya yang Anda bebankan kepada orang lain yang telah Anda pinjami uang.
2.SUKU BUNGA
Data Suku Bunga Modal Kerja, Investasi, Konsumsi
data suku bunga internasional
3. INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK)
Indeks Harga Konsumen atau yang disingkat IHK adalah indeks yang menghitung rata-rata perubahan harga dari suatu paket barang dan jasa yang dapat dikonsumsi dalam kurun waktu tertentu. Sesuai dengan yang dikutip dari Badan Pusat Statistik (BPS), IHK menjadi suatu indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat dari inflasi. Karena itu Inflasi dan Deflasi atau tingkat kenaikan serta tingkat penurun dari barang dan jasa ini dapat dilihat dari perubahan IHK dari waktu ke waktu.
kaitan IHK dan inflasi
- Dasar untuk membuat suatu kebijakan ekonomi seperti fiskal dan moneter. Seperti, perkembangan IHK yang menjadi patokan oleh pemerintah saat menghitung laju inflasi dan nantinya hal tersebut dijadikan sebuah pertimbangan untuk menentukan kenaikan gaji PNS yang biasanya kemudian diikuti oleh perusahaan swasta, namun dengan pertimbangan yang berbeda.
- IHK dan inflasi juga dapat digunakan pemerintah saat menentukan batasan dari harga jual produk agar tidak lagi ada pihak yang merasa dirugikan. Sehingga pemerintah dapat menetapkan kebijakan harga maksimum dimana akan melindungi dari sisi konsumen serta minimum untuk melindungi dari sisi produsen.
- Perkembangan IHK dan laju inflasi dapat menggambarkan bagaimana tingkat dari kemajuan perekonomian suatu negara.
- Pergerakan dari IHK dan Inflasi dapat dijadikan cara untuk mengetahui berbagai macam faktor yang dapat memicu atau menghambat kemajuan serta kemandekan ekonomi.
- IHK dan Inflasi dapat menggambarkan jumlah serta ketersediaan barang maupun jasa. Biasanya saat nilai IHK terus menanjak, maka pembelian persediaan dapat dipercepat untuk menghindar pembelian persediaan yang lebih tinggi.
- IHK serta Inflasi yang dibuat dalam periode tertentu dapat menggambarkan bagaimana tingkat kemakmuran dari petani.
- IHK dan Inflasi dapat menjadi bahan pertimbangan para investor pasar modal saat jual beli saham.
Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang masuk ke Indonesia
sepanjang 6-9 September 2021 mencapai Rp 1,66 triliun. Aliran dana asing itu
masuk melalui Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 810 miliar dan pasar saham
sebesar Rp 850 miliar. Dengan demikian, pada periode berjalan tahun 2021,
aliran modal asing tercatat telah masuk ke Indonesi sebanyak Rp 32,88 triliun.
"Berdasarkan data transaksi 6-9 September 2021, nonresiden di pasar
keuangan domestik beli neto Rp 1,66 triliun," ujar Direktur Eksekutif
sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya.
Seiring dengan masuknya dana asing sepekan terakhir, maka premi risiko
investasi atau premi credit default swaps (CDS) Indonesia 5 tahun naik ke level
67,09 bps per 9 September 2021 dari sebelumnya di level 66,33 bps pada 3
September 2021.
Di sisi lain, tingkat imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun menjadi
naik ke level 6,16 persen. Sedangkan yield surat utang AS atau US Treasury 10
tahun turun ke level 1,297 persen. Adapun pada Kamis (9/9/2021) nilai tukar
rupiah di tutup di level Rp 14.250 per dollar AS, kemudian ketika dibuka pada
perdagangan Jumat (10/9/2021), nilai tukar rupiah tetap berada di level Rp
14.250 per dollar AS. Sementara itu, terkait inflasi, Erwin mengatakan
perkembangan harga pada September 2021 tetap relatif terkendali. Hal itu
berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) BI pada minggu kedua September 2021,
yang diperkirakan inflasi sebesar 0,01 pesen secara bulanan (month to
month/mtm). "Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi September
2021 secara tahun kalender sebesar 0,85 persen (year to date/ytd), dan secara
tahunan sebesar 1,65 persen (year on year/yoy)," jelasnya.
Penyumbang utama inflasi hingga minggu kedua September 2021 yaitu
komoditas daging ayam ras sebesar 0,03 persen (mtm) dan minyak goreng sebesar
0,02 persen (mtm). Lalu sawi hijau, bayam, tomat, angkutan udara dan rokok
kretek filter yang masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm). Sedangkan beberapa
komoditas yang mengalami deflasi, antara lain telur ayam ras sebesar -0,06
persen (mtm), bawang merah dan cabai rawit masing- masing sebesar -0,03 persen
(mtm), cabai merah sebesar -0,02 persen (mtm), serta bawang putih sebesar -0,01
persen (mtm). Erwin memastikan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan
pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika
penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke
waktu. Serta menyiapkanlangkah langkah kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh
untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, juga menopang
pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.
|
sektor
ekonomi (Investasi) |
Penanaman
Realisasi Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri Menurut Sektor Ekonomi (Juta
US$) |
|||||
|
Proyek |
Investasi |
|||||
|
2016 |
2017 |
2018 |
2016 |
2017 |
2018 |
|
|
Pertanian,
Perburuan, Kehutanan, dan Perikanan |
668.00 |
681.00 |
800.00 |
21671.00 |
22947.10 |
34326.94 |
|
Pertanian |
633.00 |
641.00 |
737.00 |
21464.60 |
22883.90 |
31186.21 |
|
Kehutanan |
16.00 |
10.00 |
22.00 |
203.80 |
30.10 |
3053.17 |
|
Perikanan |
19.00 |
30.00 |
41.00 |
2.60 |
33.10 |
87.56 |
|
Pertambangan
dan Penggalian |
134.00 |
218.00 |
325.00 |
6033.60 |
20635.10 |
33099.98 |
|
Perindustrian |
3541.00 |
4513.00 |
5080.00 |
106783.70 |
99187.40 |
83644.43 |
|
Listrik,
Gas, dan Air |
472.00 |
434.00 |
560.00 |
22794.50 |
25427.50 |
37264.87 |
|
Konstruksi |
365.00 |
283.00 |
401.00 |
14039.10 |
30334.30 |
44979.67 |
|
Perdagangan Besar
dan Eceran, Restoran, dan Hotel |
1392.00 |
1517.00 |
2090.00 |
6073.30 |
8509.60 |
15526.13 |
|
Perdagangan |
1024.00 |
1101.00 |
1509.00 |
4513.40 |
3712.40 |
6429.82 |
|
Restoran dan Hotel |
368.00 |
416.00 |
581.00 |
1559.90 |
4797.20 |
9096.31 |
|
Transportasi,
Pergudangan, dan Komunikasi |
364.00 |
313.00 |
384.00 |
26769.60 |
34473.50 |
58739.84 |
|
Real
Estate dan Jasa Perusahaan |
324.00 |
459.00 |
561.00 |
9192.80 |
17246.60 |
15471.71 |
|
Jasa Masyarakat, Sosial,
dan Perorangan |
251.00 |
420.00 |
614.00 |
2873.20 |
3589.40 |
5551.34 |
|
Jumlah |
7511.00 |
8838.00 |
10815.00 |
216230.80 |
262350.50 |
328604.92 |
B. ARUS MODAL KELUAR
Bank Indonesia atau BI mencatat aliran modal asing keluar dari
Indonesia sebesar Rp 5,49 triliun berdasarkan data transaksi 9-12 Agustus 2021.
"Nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp 5,49 triliun,
kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono dalam keterangan
tertulis, Jumat,
13 Agustus 2021. Nilai itu terdiri dari jual neto di pasar Surat
Berharga Negara atau SBN sebesar Rp 4,33 triliun, dan jual neto di pasar saham
sebesar Rp 1,16 triliun. Sedangkan berdasarkan data
setelmen selama 2021 (ytd), nonresiden beli neto atau aliran modal asing masuk
Rp 13,77 miliar. Seiring dengan masuknya investor asing, premi risiko investasi
atau premi credit default swaps (CDS)
Indonesia lima tahun turun ke 73,89 bps per 12 Agustus 2021 dari 77,66 bps per
6 Agustus 2021.
Adapun perkembangan nilai tukar rupiah pada akhir Kamis, 12 Agustus
2021 ditutup pada level (bid) Rp
14.380 per dolar Amerika Serikat. Dengan yield SBN 10 tahun turun ke level 6,32
persen. Sedangkan pada Jumat pagi, 13 Agustus 2021, rupiah dibuka pada
level (bid) Rp 14.337 per
dolar AS. Dengan yield SBN 10 tahun
naik ke level 6,33 persen. Erwin mengatakan Bank Indonesia akan
terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk
memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19
dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta
langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga
stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
|
Negara Investasi |
mrealisasi investasi penanaman Modal Luar Negeri
Menurut Negara (Juta US$) |
|||||
|
Proyek |
Investasi |
|||||
|
2018 |
2019 |
2020 |
2018 |
2019 |
2020 |
|
|
Amerika |
1671.00 |
2556.00 |
3590.00 |
2885.33 |
2139.14 |
1566.10 |
|
USA |
572.00 |
788.00 |
1471.00 |
1217.62 |
989.31 |
749.70 |
|
Kanada |
90.00 |
123.00 |
255.00 |
170.77 |
186.27 |
175.30 |
|
Amerika lainnya |
1009.00 |
1645.00 |
1864.00 |
1496.94 |
963.56 |
641.10 |
|
Eropa |
3346.00 |
5286.00 |
9275.00 |
2321.02 |
3655.49 |
2232.50 |
|
Belgia |
140.00 |
195.00 |
381.00 |
216.37 |
86.84 |
27.00 |
|
Denmark |
56.00 |
115.00 |
183.00 |
1.82 |
7.60 |
2.50 |
|
Perancis |
408.00 |
723.00 |
1079.00 |
49.63 |
167.35 |
25.10 |
|
Italia |
187.00 |
264.00 |
420.00 |
32.09 |
27.45 |
12.70 |
|
Belanda |
840.00 |
1345.00 |
2537.00 |
943.12 |
2596.78 |
1422.40 |
|
Norwegia |
24.00 |
38.00 |
47.00 |
17.20 |
17.00 |
7.00 |
|
Jerman |
361.00 |
533.00 |
1008.00 |
280.42 |
189.30 |
143.60 |
|
Inggris |
483.00 |
757.00 |
1386.00 |
271.13 |
142.12 |
192.80 |
|
Swiss |
225.00 |
324.00 |
554.00 |
243.28 |
150.70 |
130.90 |
|
Eropa Lainnya |
622.00 |
992.00 |
1680.00 |
265.96 |
270.34 |
268.50 |
|
Asia |
15877.00 |
20869.00 |
41310.00 |
22716.83 |
21567.35 |
24297.40 |
|
Jepang |
3166.00 |
3835.00 |
8817.00 |
4952.77 |
4310.91 |
2588.00 |
|
R.R. Tiongkok |
1562.00 |
2130.00 |
3027.00 |
2376.54 |
4744.51 |
4842.40 |
|
Korea Selatan |
2412.00 |
2952.00 |
5468.00 |
1604.72 |
1070.21 |
1841.90 |
|
Hongkong |
1072.00 |
1508.00 |
2789.00 |
2011.42 |
2890.99 |
3535.90 |
|
Taiwan |
471.00 |
546.00 |
948.00 |
210.22 |
181.09 |
454.30 |
|
Singapura |
4946.00 |
7020.00 |
15088.00 |
9193.18 |
6509.63 |
9779.10 |
|
India |
405.00 |
526.00 |
833.00 |
82.12 |
58.27 |
57.60 |
|
Asia Lainnya |
1843.00 |
2352.00 |
4340.00 |
2285.86 |
1801.74 |
1198.10 |
|
Australia |
779.00 |
1247.00 |
1908.00 |
1010.77 |
519.92 |
390.10 |
|
Australia |
635.00 |
1049.00 |
1562.00 |
597.44 |
348.27 |
348.60 |
|
Selandia Baru |
60.00 |
108.00 |
169.00 |
9.28 |
3.24 |
13.40 |
|
Australia lainnya |
84.00 |
90.00 |
177.00 |
404.05 |
168.41 |
28.20 |
|
Afrika |
299.00 |
396.00 |
643.00 |
373.93 |
326.86 |
180.20 |
|
Nigeria |
20.00 |
26.00 |
10.00 |
0.48 |
0.24 |
0.10 |
|
Afrika Lainnya |
279.00 |
370.00 |
633.00 |
373.45 |
326.62 |
180.10 |
|
Gabungan Negara |
- |
- |
- |
- |
- |
- |
|
Jumlah |
21972.00 |
30354.00 |
56726.00 |
29307.91 |
28208.76 |
28666.30 |
Sumber :
1.https://accurate.id/ekonomi-keuangan/pengertian-ekonomi-moneter/
2.http://arisbudi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/48007/Bab+1_Pendahuluan.pdf
3.https://www.google.com/amp/s/www.gramedia.com/literasi/kebijakan-moneter/amp/



Keren kak👍
BalasHapusMkasih kak😇
Hapus👍
BalasHapusBagus sekali kak👍
BalasHapusKeren👍🏻 Ilmunya sangat bermanfaat bagi banyak orang✨😊 terima kasih
BalasHapus👍👍👍
BalasHapusWah mantap, ilmunya sangat bermanfaat kak👍
BalasHapusIksan nih bos slebewww🔥
BalasHapusMntal
BalasHapus👍👍👍
BalasHapusMaterinya singkat padat dan jelas👍
BalasHapusBermanfaat untuk pengetahuan.
BalasHapusTerimakasih Min.
Ditunggu postingan positif selanjutnya Min...
Siap,,,
HapusMantap singkat,padat dan bermanfaat
BalasHapusMantap sekali ini 👍👍
BalasHapusMantap mudah dipahami👍🏻
BalasHapusKren kak🤗
BalasHapusMaterinya sangat membantu kak🙏
BalasHapusMaterinya mudah dipahami 👍
BalasHapus